APAKAH NABI MUHAMMAD SAW TELAH MENUNJUKKAN MU’JIZATNYA?
Nabi Muhammad SAW telah menunujukkan mu’jizatnya tetapi beberapa mu’jizat itu alami( datang dari ALLAH SWT).
Salah satu dari mu’jizat yg diketahuinya adalah perjalanan di ” malam hari” selama perjalanan (keagamaan) yang ia tempuh menuju Kubah di Jerussalem ( diketahui belakangan ini sebagai masjid Al- Aqsa, masjid ketiga yang sangat suci dalam Islam) dan dari sana menuju Syurga dan kembali. Ketika dia kembali, dia berfikir bahwa umat Islam (Muslim) Beribadah(Shalat) 5 kali setiap hari. Bagaimanapun, umat Islam(Muslim) tidak butuh membuat sebuah isu tentang mu’jizat untuk memperkuat atau hal yang penting dalam agama Islam.
Mu’jizat berupa fisik( yang berwujud) telah di tunjukkan oleh beberapa nabi-nabi termuda( terdahulu) untuk meyakinkan orang-orang dari misi mereka yang hebat, biasanya ketika dipaksa atau diminta. Penyembah berhla di Mekkah juga mengatakan pada Nabi tentang mu’jizat apa yang ia dapat atau telah tunjukkan. Mengisyaratkan bahwa mu’jizat-mu’jizat sebagaimana yang telah di tunjukkan oleh Nabi-nabi termuda(terdahulu) tidak akan berpengaruh di dalam waktunya, Nabi menunjukkan Al Qur’an dan berkata di dalam pengertian metafora(kiasan) : Al Qur’an adalah mu’jizatku.
Memang, pada waktu( 600 tahun setelah Isa Al-Masih) telah siap untuk menjadi intelektual (seorang Nabi). Sebuah mu’jizat dari buku dan di tempatkan. Al Qur’an adalah buku itu(mu’jizat yang langsung). Salah satu yang masih ada sampai hari ini dan hanya di tunjukkan oleh Nabi ; Sungguh-sungguh satu yang nyata, Mu’jizat bagi orang yang dapat melihat, menyentuh, dan menerima petunjuk.
Dari mu’jizat ini (Al Quran), muslim di seluruh dunia, dari hari itu sampai pada hari ini, telah dipantang (dijauhkan) dari yang dilarang dan wajib dipatuhi( ditaati), seperti mengerjakan shalat 5 waktu (menghadap kiblat Ka’bah di Mekkah (selama shalat, berpuasa di bulan suci Ramadhan, Pergi Haji, dan hidup sebagai orang yang terbaik seperti mereka yang dapat mentaati dan mengerjakan sesuai dalam ajaran agama Islam.
nena athifah
Jumat, 19 November 2010
terjemahan dari did the prophet perform miracle
APAKAH NABI MUHAMMAD SAW TELAH MENUNJUKKAN MU’JIZATNYA?
Nabi Muhammad SAW telah menunujukkan mu’jizatnya tetapi beberapa mu’jizat itu alami( datang dari ALLAH SWT).
Salah satu dari mu’jizat yg diketahuinya adalah perjalanan di ” malam hari” selama perjalanan (keagamaan) yang ia tempuh menuju Kubah di Jerussalem ( diketahui belakangan ini sebagai masjid Al- Aqsa, masjid ketiga yang sangat suci dalam Islam) dan dari sana menuju Syurga dan kembali. Ketika dia kembali, dia berfikir bahwa umat Islam (Muslim) Beribadah(Shalat) 5 kali setiap hari. Bagaimanapun, umat Islam(Muslim) tidak butuh membuat sebuah isu tentang mu’jizat untuk memperkuat atau hal yang penting dalam agama Islam.
Mu’jizat berupa fisik( yang berwujud) telah di tunjukkan oleh beberapa nabi-nabi termuda( terdahulu) untuk meyakinkan orang-orang dari misi mereka yang hebat, biasanya ketika dipaksa atau diminta. Penyembah berhla di Mekkah juga mengatakan pada Nabi tentang mu’jizat apa yang ia dapat atau telah tunjukkan. Mengisyaratkan bahwa mu’jizat-mu’jizat sebagaimana yang telah di tunjukkan oleh Nabi-nabi termuda(terdahulu) tidak akan berpengaruh di dalam waktunya, Nabi menunjukkan Al Qur’an dan berkata di dalam pengertian metafora(kiasan) : Al Qur’an adalah mu’jizatku.
Memang, pada waktu( 600 tahun setelah Isa Al-Masih) telah siap untuk menjadi intelektual (seorang Nabi). Sebuah mu’jizat dari buku dan di tempatkan. Al Qur’an adalah buku itu(mu’jizat yang langsung). Salah satu yang masih ada sampai hari ini dan hanya di tunjukkan oleh Nabi ; Sungguh-sungguh satu yang nyata, Mu’jizat bagi orang yang dapat melihat, menyentuh, dan menerima petunjuk.
Dari mu’jizat ini (Al Quran), muslim di seluruh dunia, dari hari itu sampai pada hari ini, telah dipantang (dijauhkan) dari yang dilarang dan wajib dipatuhi( ditaati), seperti mengerjakan shalat 5 waktu (menghadap kiblat Ka’bah di Mekkah (selama shalat, berpuasa di bulan suci Ramadhan, Pergi Haji, dan hidup sebagai orang yang terbaik seperti mereka yang dapat mentaati dan mengerjakan sesuai dalam ajaran agama Islam.
Nabi Muhammad SAW telah menunujukkan mu’jizatnya tetapi beberapa mu’jizat itu alami( datang dari ALLAH SWT).
Salah satu dari mu’jizat yg diketahuinya adalah perjalanan di ” malam hari” selama perjalanan (keagamaan) yang ia tempuh menuju Kubah di Jerussalem ( diketahui belakangan ini sebagai masjid Al- Aqsa, masjid ketiga yang sangat suci dalam Islam) dan dari sana menuju Syurga dan kembali. Ketika dia kembali, dia berfikir bahwa umat Islam (Muslim) Beribadah(Shalat) 5 kali setiap hari. Bagaimanapun, umat Islam(Muslim) tidak butuh membuat sebuah isu tentang mu’jizat untuk memperkuat atau hal yang penting dalam agama Islam.
Mu’jizat berupa fisik( yang berwujud) telah di tunjukkan oleh beberapa nabi-nabi termuda( terdahulu) untuk meyakinkan orang-orang dari misi mereka yang hebat, biasanya ketika dipaksa atau diminta. Penyembah berhla di Mekkah juga mengatakan pada Nabi tentang mu’jizat apa yang ia dapat atau telah tunjukkan. Mengisyaratkan bahwa mu’jizat-mu’jizat sebagaimana yang telah di tunjukkan oleh Nabi-nabi termuda(terdahulu) tidak akan berpengaruh di dalam waktunya, Nabi menunjukkan Al Qur’an dan berkata di dalam pengertian metafora(kiasan) : Al Qur’an adalah mu’jizatku.
Memang, pada waktu( 600 tahun setelah Isa Al-Masih) telah siap untuk menjadi intelektual (seorang Nabi). Sebuah mu’jizat dari buku dan di tempatkan. Al Qur’an adalah buku itu(mu’jizat yang langsung). Salah satu yang masih ada sampai hari ini dan hanya di tunjukkan oleh Nabi ; Sungguh-sungguh satu yang nyata, Mu’jizat bagi orang yang dapat melihat, menyentuh, dan menerima petunjuk.
Dari mu’jizat ini (Al Quran), muslim di seluruh dunia, dari hari itu sampai pada hari ini, telah dipantang (dijauhkan) dari yang dilarang dan wajib dipatuhi( ditaati), seperti mengerjakan shalat 5 waktu (menghadap kiblat Ka’bah di Mekkah (selama shalat, berpuasa di bulan suci Ramadhan, Pergi Haji, dan hidup sebagai orang yang terbaik seperti mereka yang dapat mentaati dan mengerjakan sesuai dalam ajaran agama Islam.
Kamis, 18 November 2010
tranlate prophet Muhammad
Did Prophet Muhammad perform miracles?
Prophet Muhammad did perform some miracles but they were all spiritual in nature. One of his well-known miracles was the "Night Journey" during which he travelled (spiritually) to the Dome of the Rock in Jerusalem (later to be known as Al-Aqsa Mosque, the third holiest mosque in Islam) and from there to Heaven and back. When he returned he taught Muslims the five daily prayers. However, Muslims do not need to make an issue over these miracles to strengthen or highlight the Islamic religion.
Physical miracles were performed by some of the earlier Prophets to convince the people of their divine missions, usually when forced or requested. The pagan Meccans too did ask the Prophet what miracles he could or had performed. Hinting that miracles as performed by the earlier Prophets would have no effect in his time, the Prophet pointed at the Quran and said in a metaphorical sense: "The Quran is my miracle."
Indeed, the time (some 600 years after Jesus Christ) was ripe for an intellectual miracle _ a Book _ to take place. The Quran is that Book, a living miracle, one that exists today just as "performed" by the Prophet; a tangible one indeed, a miracle by which people could see, touch and receive guidance.
By this miracle, (the Quran), Muslims throughout the world, from those days till today, have abstained from the prohibited and obeyed the obligatory, such as performing the five daily prayers, facing the Ka'aba in Mecca during prayers, fasting in Ramadhan, going for the Hajj, and living as best as they could according to the teachings of Islam.
[Prophet Muhammad] [Mainpage] [What's New?]
http://www.themodernreligion.com/prophet/prophet_mixed.htm
Prophet Muhammad did perform some miracles but they were all spiritual in nature. One of his well-known miracles was the "Night Journey" during which he travelled (spiritually) to the Dome of the Rock in Jerusalem (later to be known as Al-Aqsa Mosque, the third holiest mosque in Islam) and from there to Heaven and back. When he returned he taught Muslims the five daily prayers. However, Muslims do not need to make an issue over these miracles to strengthen or highlight the Islamic religion.
Physical miracles were performed by some of the earlier Prophets to convince the people of their divine missions, usually when forced or requested. The pagan Meccans too did ask the Prophet what miracles he could or had performed. Hinting that miracles as performed by the earlier Prophets would have no effect in his time, the Prophet pointed at the Quran and said in a metaphorical sense: "The Quran is my miracle."
Indeed, the time (some 600 years after Jesus Christ) was ripe for an intellectual miracle _ a Book _ to take place. The Quran is that Book, a living miracle, one that exists today just as "performed" by the Prophet; a tangible one indeed, a miracle by which people could see, touch and receive guidance.
By this miracle, (the Quran), Muslims throughout the world, from those days till today, have abstained from the prohibited and obeyed the obligatory, such as performing the five daily prayers, facing the Ka'aba in Mecca during prayers, fasting in Ramadhan, going for the Hajj, and living as best as they could according to the teachings of Islam.
[Prophet Muhammad] [Mainpage] [What's New?]
http://www.themodernreligion.com/prophet/prophet_mixed.htm
Rabu, 03 November 2010
translate english-indo
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina)
2.1
Sahih Internasional
Alif, Lam, Meem.
Muhsin Khan
Alif-Lam-Mim
Surat ini adalah salah satu dari keajaiban Al-Qur’an dan hanya Allah lah yang mengetahui maknanya.
2.2
Sahih Internasional
Surat ini membahas tentang tidak adanya keraguan, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa kepada ALLAH.
Muhsin Khan
Kitab (Al-Qur’an) ini, tidak ada keraguan, petunjuk bagi mereka yang bertakwa [orang-orang yang shaleh dan berbudi baik yang takut kepada Allah (menjauhkan diri dari segala hal yang di larang oleh Allah) dan taat kepada Nya (menjalankan semua perintah Nya)].
2.3
Sahih Internasional
Yang beriman (yakin) pada yang gaib, dan mendirikan shalat, dan memberikan sebagian apa yang telah kami berikan kepada mereka.
Muhsin Khan
Yang beriman (yakin) pada yang gaib dan mendirikan shalat (melaksanakan shalat) dan mengeluarkan apa yang telah kami berikan kepada mereka [mengeluarkan zakat, untuk diri mereka, orangtua mereka, anak-anak mereka, istri mereka. Dan memberikan derma pada orang-orang miskin, ikhlas hanya karena Allah-jihad].
2.4
Sahih Internasional
Dan yang percaya pada apa yang telah nampak padamu (Wahai Muhammad), dan apa yang telah nampak sebelum kamu, dan dari apa yang mereka yakini setelah ini (dalam keimanan mereka).
Muhsin Khan
Dan yang meyakini(beriman) pada (Al-Qur’an dan As-sunah) yang telah diturunkan (nampak) kepadamu (Muhammad Saw) dan pada kitab Taurat dan Injil yang telah diturunkan sebelum kamu dan mereka percaya dengan kepastian setelah ini (hari kebangkitan, hari pembalasan atas semua perbuatan mereka yang baik atau pun yang buruk. Surga dan neraka.
2.5
Sahih Internasional
bahwa yang mendapat petunjuk dari tuhan (ALLAH) adalah orang-orang yang beruntung.
Muhsin Khan
Mereka yang mendapat petunjuk tentang kebenaran dari Allah, dan mereka itu adalah termasuk orang-orang yang beruntung.
2.6
Sahih Internasional
Sesungguhnya orang yang tidak beriman, itu sama dengan mereka yang kufur jika kamu memperingatkan mereka atau tidak. Mereka tidak akan percaya (beriman).
Muhsin Khan
Sesungguhnya mereka yang tidak beriman, itu sama dengan mereka, jika kamu (Muhammad Saw) memperingatkan mereka atau tidak. Mereka tidak akan beriman.
2.7
Sahih Internasional
Allah telah menetapkan menutup hati dan pendengaran mereka, dan menutup penglihatan mereka. Dan bagi mereka itu adalah hukuman yang sangat berat.
Muhsin Khan
Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka (mereka jauh dari petunjuk Allah) dan penglihatan mereka tertutup. Mereka akan mendapat siksaan yang sangat berat.
2.8
Sahih Internasional
Dan dari sebagian orang yang mengatakan, “kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” tetapi mereka bukan orang yang beriman.
Muhsin Khan
Dan umat manusia, dari beberapa mereka (orang munafik) yang berkata: “kami beriman kepada ALLAH dan hari akhir” walaupun pada kenyataannya mereka tidak beriman.
2.9
Sahih Internasional
Mereka [berpikir untuk] menipu Allah dan orang-orang yang beriman, tetapi mereka tidak menipu kecuali menipu diri mereka sendiri dan tidak menyadari itu.
Muhsin Khan
Mereka [berpikir untuk] menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri dan sesungguhnya mereka tidak menyadari itu.
2.10
Sahih Internasional
Di dalam hati mereka ada penyakit, maka ALLAH telah menambah kepada mereka penyakit hati, dan itu adalah hukuman yang menyakitkan bagi mereka karena mereka terbiasa berbohong (berdusta).
Muhsin Khan
Di dalam hati mereka ada penyakit (keraguan dan kemunafikan) dan Allah telah menambah penyakit untuk mereka. Siksaan yang menyakitkan bagi mereka karena mereka berdusta.
Menurut saya shahih Internasional dan Muhsin Khan terdapat beberapa terutama perbedaan dari kajian bahasanya maupun dari pemahamannya. Dari bahasa penulisannya juga terdapat banyak perbedaan, Shahih Internasional lebih menggunakan bahasa yang formal dan tidak mudah untuk dipahami. Jika Mukhsin Khan kajian dan penulisannya lebih mudah dipahami.
2.1
Sahih Internasional
Alif, Lam, Meem.
Muhsin Khan
Alif-Lam-Mim
Surat ini adalah salah satu dari keajaiban Al-Qur’an dan hanya Allah lah yang mengetahui maknanya.
2.2
Sahih Internasional
Surat ini membahas tentang tidak adanya keraguan, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa kepada ALLAH.
Muhsin Khan
Kitab (Al-Qur’an) ini, tidak ada keraguan, petunjuk bagi mereka yang bertakwa [orang-orang yang shaleh dan berbudi baik yang takut kepada Allah (menjauhkan diri dari segala hal yang di larang oleh Allah) dan taat kepada Nya (menjalankan semua perintah Nya)].
2.3
Sahih Internasional
Yang beriman (yakin) pada yang gaib, dan mendirikan shalat, dan memberikan sebagian apa yang telah kami berikan kepada mereka.
Muhsin Khan
Yang beriman (yakin) pada yang gaib dan mendirikan shalat (melaksanakan shalat) dan mengeluarkan apa yang telah kami berikan kepada mereka [mengeluarkan zakat, untuk diri mereka, orangtua mereka, anak-anak mereka, istri mereka. Dan memberikan derma pada orang-orang miskin, ikhlas hanya karena Allah-jihad].
2.4
Sahih Internasional
Dan yang percaya pada apa yang telah nampak padamu (Wahai Muhammad), dan apa yang telah nampak sebelum kamu, dan dari apa yang mereka yakini setelah ini (dalam keimanan mereka).
Muhsin Khan
Dan yang meyakini(beriman) pada (Al-Qur’an dan As-sunah) yang telah diturunkan (nampak) kepadamu (Muhammad Saw) dan pada kitab Taurat dan Injil yang telah diturunkan sebelum kamu dan mereka percaya dengan kepastian setelah ini (hari kebangkitan, hari pembalasan atas semua perbuatan mereka yang baik atau pun yang buruk. Surga dan neraka.
2.5
Sahih Internasional
bahwa yang mendapat petunjuk dari tuhan (ALLAH) adalah orang-orang yang beruntung.
Muhsin Khan
Mereka yang mendapat petunjuk tentang kebenaran dari Allah, dan mereka itu adalah termasuk orang-orang yang beruntung.
2.6
Sahih Internasional
Sesungguhnya orang yang tidak beriman, itu sama dengan mereka yang kufur jika kamu memperingatkan mereka atau tidak. Mereka tidak akan percaya (beriman).
Muhsin Khan
Sesungguhnya mereka yang tidak beriman, itu sama dengan mereka, jika kamu (Muhammad Saw) memperingatkan mereka atau tidak. Mereka tidak akan beriman.
2.7
Sahih Internasional
Allah telah menetapkan menutup hati dan pendengaran mereka, dan menutup penglihatan mereka. Dan bagi mereka itu adalah hukuman yang sangat berat.
Muhsin Khan
Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka (mereka jauh dari petunjuk Allah) dan penglihatan mereka tertutup. Mereka akan mendapat siksaan yang sangat berat.
2.8
Sahih Internasional
Dan dari sebagian orang yang mengatakan, “kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” tetapi mereka bukan orang yang beriman.
Muhsin Khan
Dan umat manusia, dari beberapa mereka (orang munafik) yang berkata: “kami beriman kepada ALLAH dan hari akhir” walaupun pada kenyataannya mereka tidak beriman.
2.9
Sahih Internasional
Mereka [berpikir untuk] menipu Allah dan orang-orang yang beriman, tetapi mereka tidak menipu kecuali menipu diri mereka sendiri dan tidak menyadari itu.
Muhsin Khan
Mereka [berpikir untuk] menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri dan sesungguhnya mereka tidak menyadari itu.
2.10
Sahih Internasional
Di dalam hati mereka ada penyakit, maka ALLAH telah menambah kepada mereka penyakit hati, dan itu adalah hukuman yang menyakitkan bagi mereka karena mereka terbiasa berbohong (berdusta).
Muhsin Khan
Di dalam hati mereka ada penyakit (keraguan dan kemunafikan) dan Allah telah menambah penyakit untuk mereka. Siksaan yang menyakitkan bagi mereka karena mereka berdusta.
Menurut saya shahih Internasional dan Muhsin Khan terdapat beberapa terutama perbedaan dari kajian bahasanya maupun dari pemahamannya. Dari bahasa penulisannya juga terdapat banyak perbedaan, Shahih Internasional lebih menggunakan bahasa yang formal dan tidak mudah untuk dipahami. Jika Mukhsin Khan kajian dan penulisannya lebih mudah dipahami.
Langganan:
Postingan (Atom)